Tidak Ada Pemasukan Sejak 1 April, PHK Karyawan Pilihan Terakhir AirAsia Indonesia

Tidak Ada Pemasukan Sejak 1 April, PHK Karyawan Pilihan Terakhir AirAsia Indonesia

Terpaksa Melakukan PHK

PHK Karyawan Pilihan Terakhir AirAsiaPT AirAsia Indonesia Tbk memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya meski badai wabah corona kini tengah menggangu kegiatan industri penerbangan.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya mati-matian dalam melakukan efisiensi bisnis akibat pemasukan pada penerbangan penumpang telah berhenti total sejak 1 April 2020. PHK karyawan pilihan terakhir airAsia

Baca juga : Pelaku Bisnis dan Industri Kecil Dapat Listrik Gratis 6 Bulan

Wanita yang akrab disapa Vera ini menambahkan, AirAsia telah memiliki kesepakatan tersendiri untuk tidak memangkas jumlah karyawannya.

“Revenue hampir nol, sementara cost-cost lain yang masih jalan pasti berat. Kami berupaya mati-matian pagi, siang, sore, malam, untuk memastikan PHK solusi terakhir,” ujar dia dalam siaran konferensi pers, Senin (4/5).

Potong Gaji Karyawan

Vera kembali menegaskan, AirAsia juga belum dan tidak akan merumahkan karyawannya, tetapi lebih ke mempekerjakannya dari rumah (work from home/WFH) dengan adanya pemotongan gaji.

“Sekarang AirAsia bekerja dari rumah bukan dirumahkan. Bekerja dari rumah masih ada operasional-operasional yang dikerjakan. Seluruhnya bekerja dari rumah,” kata dia.

“Jujur ada yang mendapatkan pengurangan pengupahan, termasuk saya. Prinsipnya jajaran manajemen atas itu menanggung potongan (gaji) 50 persen. Begitu juga jajaran yang dibawahnya, ada bervariasi,” tandasnya.

Tony Mundur CEO AirAsia

Tonny Fernandes mundur dari jabatannya sebagai CEO AirAsia selama dua bulan. Hal tersebut untuk memberikan kesempatan kepada otoritas setempat melakukan penyelidikan atas tuduhan suap Airbus ke AirAsia sebesar USD 50 juta.

Mengutip straitstimes.com, sebuah komite yang yang terdiri dari anggota non-eksekutif AirAsia akan melakukan penyelidikan atau peninjauan di dalam perusahaan mengenai dugaan suap tersebut.

Dalam pernyataannya, Tony Fernandes membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh direksi AirAsia.

“Kami tidak akan melakukan tindakan yang akan merugikan perusahaan yang telah kami bangun sepanjang hidup kami,” kata Tony Fernandes.

AirAsia Sipa Bekerja Sama

Badan anti-korupsi Malaysia juga sedang menyelidiki tuduhan itu. AirAsia mengatakan tidak pernah membuat keputusan pembelian yang didasarkan pada sponsor Airbus.

AirAsia akan sepenuhnya bekerja sama dengan Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC). Komisi Sekuritas Malaysia mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya juga akan memeriksa apakah AirAsia melanggar hukum sekuritas.

Sumber : merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *