RI Disebut Bank Dunia Naik Kelas

RI Disebut Bank Dunia Naik Kelas

RI Disebut Bank Dunia Naik Kelas

RI Disebut Bank Dunia Naik Kelas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia mampu menjadi negara penghasilan tinggi (high income country) pada 2045, tepat satu abad kemerdekaan Indonesia nanti.

Dengan menjadi negara maju, Jokowi optimis Indonesia bisa lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).

“Pertanyaannya, apakah kita mempunyai peluang untuk keluar dari middle income trap? Saya jawab tegas kita punya potensi besar. Kita punya peluang besar untuk melewati middle income trap. Kita punya peluang besar untuk menjadi negara penghasilan tinggi,” ujarnya dalam pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia, Sabtu.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo turut berkomentar mengenai laporan Bank Dunia yang menyebut RI mengalami kenaikan peringkat dari sisi pendapatan per kapita. Bank Dunia menaikan peringkat Indonesia dari negara berpenghasilan menengah ke bawah menjadi menengah ke atas. Data itu dikutip dari laporan yang dirilis beberapa waktu lalu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengucap syukur karena apa yang disampaikan oleh Bank Dunia dianggap sebuah prestasi. Apalagi kini, Indonesia ikut terdampak pandemik COVID-19. Pertumbuhan ekonomi RI pun diprediksi bisa mencapai minus 0,4 persen di tahun 2020.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi ketika memberikan sambutan di sidang terbuka Institut Teknologi Bandung (ITB) pada peringatan 100 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia dan disiarkan secara daring di channel YouTube ITB.

Optimisme itu, lanjutnya, didasarkan capaian Indonesia baru-baru ini, yakni naik kelas dari negara pendapatan menengah (middle income country) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income country).

Status sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas itu diberikan oleh Bank Dunia dan berlaku secara resmi per 1 Juli 2020 lalu. Jokowi menilai raihan itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara penghasilan tinggi ke depannya.

“Capaian ini patut kita syukuri, bahwa kita berjalan ke arah yang benar. Bahwa kita harus terus melangkah maju menuju negara penghasilan tinggi dengan mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Namun, mantan Walikota Solo itu menyadari meraih peringkat negara penghasilan tinggi bukan hal yang mudah. Bahkan, banyak negara dunia ketiga yang usianya sudah puluhan tahun hingga mendekati satu abad hanya terjebak sebagai negara berpenghasilan menengah.

Ia mengungkapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi suatu bangsa untuk menjadi negara penghasilan tinggi. Meliputi infrastruktur yang efisien, cara kerja cepat dan kompetitif, serta SDM unggul. Ia mengatakan Indonesia tengah berupaya untuk memenuhi prasyarat negara penghasilan tinggi tersebut.

“Satu abad Indonesia sudah dekat di 2045, tinggal 25 tahun lagi. Mari kita cetak sejarah, mari kita buktikan bahwa kita tidak akan terjebak pada middle income trap. Mari kita buktikan di 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara penghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam empat kategori. Yakni, low income (US$1.035), lower middle income (US$1.036-US$4.045), upper middle income (US$4.046-US$12.535), serta high income (di atas US$12.535).