Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri Fesyen Muslim

Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri Fesyen Muslim

Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri

Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri  – Industri fesyen muslim yang ikut terdampak paling dalam selama pandemi Corona Covid-19 berlangsung. Meski bersamaan dengan bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, nyatanya penjualan baju muslim turun.

ayana jihye moon 20190511 001 non fotografer kly - Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri Fesyen Muslim

Baca juga : Batik Air Tunda Layanan Penerbangan

Brand Nadjani Indonesia mengalami penurunan pendapatan hingga 30 persen. “Secara keseluruhan penjualan baju turun 30 persen,” kata Pemilik Nadjani Indonesia, Nadya Amatullah Nizar dalam Media Briefing bertajuk ‘UMKM Lokal di New Normal’ secara virtual, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Bahkan, dia harus menutup toko offline-nya di sebuah pusat perbelanjaan. Sebab pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat mal ditutup.

Baca juga : New Normal Umroh Jika Pandemi COVID-19 Berakhir Bakal Seperti Apa

Nadya pun memaksimalkan penjualan lewat platform digital. Dia juga mengubah produk jualannya dari pakaian menjadi mukena.

Nadya menilai, di masa pandemi ini tidak banyak orang yang akan membeli pakaian untuk Lebaran. Bahan pakaian pun disulap Nadya menjadi mukena.

sempat tolak pria indonesia ini 6 fakta ayana jihye moon - Ramadhan Lalu Tidak Dongkrak Penjualan Industri Fesyen Muslim

Pikirnya inovasi produk dapat meningkatkan penjualan. Koleksi Ramadan Nadjani Indonesia pun berubah menjadi mukena, masker dan celemek.

“Kami akhirnya memberanikan diri merombak koleksi Ramadan yang sudah jadi, namun kurang laku, dan menjadikannya produk yang lebih dibutuhkan masyarakat,” cerita Nadya

Bergabung dengan Toko Digital

Selain merombak bisnisnya, Nadya juga bergabung dengan platform digital Tokopedia. Dia mengaku omzet usaha yang dirilisnya pada tahun 2011 ini kembali stabil.

Sebanyak 35 pegawai Nadjani Indonesia pun tetap bisa bekerja seperti biasa tanpa khawatir kehilangan pekerjaan. Untuk itu dia menyarankan pelaku usaha lokal untuk bisa berinovasi di tengah pandemi.

Khususnya mereka yang bergerak di industri fesyen muslim. Pelaku usaha harus bisa menciptakan peluang baru dengan kondisi yang ada.

Baca juga : Komisaris Digantikan, Erick Rombak Tatanan Bukit Asam

“Khususnya di industri fesyen muslim, untuk terus berjuang dengan terus berinovasi dan menciptakan peluang lewat kanal daring seperti Tokopedia, kata Nadya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *