Pemberhentian iklan perusahaan besar di sosmed

Pemberhentian iklan perusahaan besar di sosmed

berhenti nya iklan di sosial media

Pemberhentian iklan perusahaan besar di sosmed – Coca-Cola mengumumkan akan menghentikan iklan mereka di semua platform media sosial secara global, untuk setidaknya 30 hari. CEO dan Chairman Coca-Cola, James Quincey mengatakan, perusahaannya tegas menentang rasisme di dunia, dan menegaskan tidak ada tempat untuk rasisme di media sosial.

Seruan ini termasuk memberikan dukungan untuk pebalap kulit hitam NASCAR (National Association for Stock Car Auto Racing), Bubba Wallace.

“Kami akan menggunakan waktu jeda ini untuk memelihat kembali kebijakan periklanan kami, untuk menentukan apakah revisi diperlukan,” kata Quincey.

“Kami juga mengharapkan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari mitra media sosial kami.” Pengumuman yang disampaikan Coca-Cola ini datang setelah Unilever juga menghentikan iklan mereka di Facebook, Instagram, dan Twitter di Amerika Serikat, setidaknya setelah 31 Desember.

Meski begitu, Coca-Cola menegaskan pihaknya tidak bergabung pada gerakan boikot tertentu. Ada pun Unilever bergabung dengan sejumlah brand, seperti Eddie Bauer, The North Face dan Patagonia yang tergabung dalam sebuah kampanye.

Ada pun Unilever bergabung dengan sejumlah brand, seperti Eddie Bauer, The North Face dan Patagonia yang tergabung dalam sebuah kampanye.Sebelum Coca-Cola, perusahaan raksasa lainnya, Unilever, juga telah menyatakan keputusannya untuk berhenti memasang iklan di Facebook, Instagram, dan Twitter hingga selambat-lambatnya 31 Desember 2020. Bahkan, setelah Coca-Cola mengumumkan langkah penghentian pemasangan iklan di media sosial, perusahaan lain seperti Levi’s dan Dockers juga akan melakukan langkah yang sama.

perusahaan besar levis ikut juga dalam pemberhentian iklan

Pengumuman Coca-Cola rupanya juga diikuti oleh Levi’s dan Dockers. Kedua perusahaan “bersaudara” itu juga akan menghentikan semua iklan di Facebook dan Instagram, setidaknya selama bulan Juli. “Facebook harus mengambil aksi untuk mengehentikan misinformasi dan ujaran kebencian pada platform mereka.”

Itu adalah hinaan yang tidak dapat diterima terhadap nilai-nilai kami,” kata Levi’s. “Levi’s dan Dockers bergabung dengan kampanye dan menghentikan semua iklan di Facebook.” Beberapa brand lainnya yang juga mengumumkan akan memangkas pengeluaran iklan di Facebook dan Instagram, adalah Hershey’s dan Procter & Gamble (P&G). Dalam sebuah livestream di Facebook, CEO Mark Zuckerberg mengaku akan berupaya untuk mendiskusikan kebijakan baru yang menghubungkan individu dengan informasi otoritatif. Hal itu menyagkut pemilihan, menindak penindasan pemilih, dan melawan ujaran kebencian. Zuckerberg tidak secara spesifik mengalamatkan pernyataan tersebut pada gerakan boikot iklan.

Merespons pemboikotan tersebut, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, pihaknya siap melakukan diskusi lebih lanjut mengenai kebijakan baru. “Kebijakan baru untuk menghubungkan pengguna dengan otoritas informasi, mengenai voting, mencari penekan voter, dan melawan ujaran kebencian,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *