Menjelang Lebaran, Pengawasan Larangan Mudik Semakin Longgar

Menjelang Lebaran, Pengawasan Larangan Mudik Semakin Longgar

Pengawasan Larangan Mudik Semakin Longgar

Pengawasan Larangan Mudik Semakin LonggarMasyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengungkapkan banyaknya masyarakat yang masih nekat mudik di tengah Pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari indikasi kenaikan jumlah positif COVID-19 di daerah.

Baca juga : 6.000 Orang Berebut Beasiswa Lintasarta Digischool, Program Beasiswa Baru

Ketua Umum MTI, Agus Taufik Mulyono, mengaku telah memprediksi lonjakan mudik ini terjadi pada H-16 dan h-15 Lebaran. Pasalnya, dengan tenggang waktu tersebut, pemudik bisa segera melakukan isolasi mandiri 14 hari setelah sampai ke daerah. Sehingga dapat merayakan Lebaran setelah masa isolasi selesai.

“Yang paling kita antisipasi adalah H-15 atau H-16, bagi para pemudik yang nekat itu punya asumsi, pertama adalah merasa sehat, begitu sampai di wilayah kampung langsung isolasi madiri 14 hari, Sehingga ada kesempatan untuk bisa berlebaran tanggal 1 Syawal,” bebernya dalam siaran pers MTI yang dilakukan secara virtual, Kamis (21/5/2020).

“Sejak larangan mudik tidak dipatuhi, berdampak indikasi pengembangan penularan covid-19 daerah tujuan mudik,” imbuhnya singkat.

Selain itu, Agus juga membeberkan bahwa menjelang Lebaran, justru pengawasan semakin longgar. Sebab, situasinya serba terbatas, dimana link alternatif live22 Pemerintah Daerah sudah mulai kehabisan dana operasional.

“Pemda panik, bingung karena serba terbatas,dana operasional, perlengkapan RS, petugas kesehatan,” kata dia.

Di samping itu, cairnya THR juga menjadi pertimbangan bagi pemudik untuk nekat melakukan perjalanan.

306.682 Kendaraan Tingal di Jakarta Jelang Lebaran

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) mencatat ada penurunan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada H-4 jelang Lebaran 2020, dibandingkan data tahun 2019. Jumlah penurunan tersebut sebanyak 59 persen.

“Total 306.682 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat, dan arah Selatan. Angka ini turun 59 persen dari lalu lintas di periode Lebaran tahun 2019,” tutur Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangannya, Kamis (21/5/2020).

Heru merinci, secara statistik distribusi lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta di ketiga arah tersebut yakni arah Timur 40 persen, arah Barat 35 persen, dan arah Selatan 25 persen.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020. Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah,” kata Heru.

Ruas Jalan yang Dilalui Pemudik

Adapun berdasarkan rekap ruas jalan, kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota adalah sebagai berikut:

Timur

– GT Cikampek Utama 1 dengan jumlah 68.316 kendaraan. Turun sebesar 79 persen dari Lebaran tahun 2019.

– GT Kalihurip Utama 1 dengan jumlah 53.292 kendaraan. Turun sebesar 56 persen dari Lebaran tahun 2019.

– Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 121.608 kendaraan. Turun sebesar 73% dari Lebaran tahun 2019.

Barat

– GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang dengan jumlah 107.927 kendaraan. Turun sebesar 42 persen dari Lebaran tahun 2019.

Selatan

– GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi jumlah kendaraan 77.147 kendaraan. Turun sebesar 30 persen dari Lebaran tahun 2019.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *