Menag Minta Rp2,6 T ke Sri Mulyani untuk Madrasah dan Ponpes

Menag Minta Rp2,6 T ke Sri Mulyani untuk Madrasah dan Ponpes

Menag Minta Rp2,6 T ke Sri Mulyani untuk Madrasah dan Ponpes

 

Menag Minta Rp2,6 T ke Sri Mulyani untuk Madrasah dan Ponpes – Menteri Agama Fachrul Razi mengajukan usulan tambahan anggaran senilai Rp2,6 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk program bantuan operasional pendidikan keagamaan Islam dan Pondok Pesantren.

Angka itu ditetapkan setelah pembahasan di DPR. Fachrul menyampaikan usulan sebelumnya berjumlah Rp2,7 triliun sebelum ada catatan perbaikan.

“Untuk bantuan operasional pondok pesantren, LPTQ, Bantuan Operasional Pendidikan Keagamaan Islam Madrasah Diniyah Takmiliyah dan bantuan pembelajaran daring,” ucap Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa.

Fachrul mencatat dari total anggaran itu, dialokasikan sebesar Rp645 juta untuk Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren sejumlah 21.173 lembaga. Jumlah itu di antaranya bagi 14,9 ribu pesantren kecil, 4.000 pesantren sedang dan 2,2 ribu pesantren besar.

Selain itu, Fachrul menyampaikan pihaknya akan mengalokasikan sebesar Rp621 juta untuk Bantuan Operasional Pendidikan Diniyah Takmiliyah di 62.153 lembaga.

Fachrul juga mengalokasikan Bantuan Operasional Pendidikan Alquran dengan total anggaran Rp1,12 triliun. Anggaran itu dialokasikan untuk 112.008 lembaga yang masing-masing dapat Rp10 juta.

Usulan itu ia ajukan dalam surat Nomor MA/169/06/2020 yang diteken pada 12 Juni 2020. Fachrul menyampaikan usulan itu untuk menunjang pondok pesantren dan madrasah di era new normal saat pandemi Covid-19 masih mewabah di Indonesia.

Selain itu bisa dipakai untuk pembiayaan penyiapan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, thermal scanner, penyemprotan desinfektan, alat kebersihan, wastafel cuci tangan.

“Dan pembiayaan lain terkait pendukung protokol kesehatan. Sebagai catatan bahwa penentuan pesantren kecil, sedang dan besar dilihat dari jumlah santri yang bermukim di pondok pesantren,” jelas dia.

“Itu dipakai untuk membiayai komponen komponen pendukung pelaksanaan pembelajaran daring seperti paket data internet, kabel, clip on mic, mic, lampu sorot, dan kebutuhan lainnya yang relevan,” pungkas Fachrul.

Dana Rp9,3 Miliar Dialihkan

Fachrul melakukan realokasi anggaran Kemenag tahun 2021 sekitar Rp9,3 miliar. Untuk penanganan dan pencegahan virus corona di madrasah dan pondok pesantren.

Fachrul mencatat dari total itu, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag mengalokasikan sebesar Rp9,183 Miliar untuk madrasah yang bersumber dari rupiah murni.

“Dirjen pendidikan Islam telah melakukan refocussing anggaran madrasah melalui revisi anggaran sejumlah Rp9.183.570.000,” . Ungkap Fachrul saat menggelar rapat kerja dengan Komisi II DPR, Selasa.

Tak cuma itu, Fachrul menyampaikan pihaknya juga merealokasi anggaran Kemenag tahap pertama sekitar Rp203 juta. Untuk penanganan dampak corona di pesantren.