Kemenhub Tidak Melarang Mudik

Kemenhub Tidak Melarang Mudik

Tidak Melarang Mudik

Larang mudik – Direktur Jendral Perhubungan Darat Kemnterian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan bahwa tidak ada larangan mudik sampai saat ini. Pemerintah masih menghimbau masyarakat untuk tidak mudik.

Hanya saja perkembangan, pemerintah terus mempertimbangkan berbagai aspek situasi dan kondisi mengenai kebijakan larangan mudik diwaktu yang akan datang.

Baca juga : Momentum yang Tepat Jual Emas untuk Sambung Hidup

“Dengan kondisi demikian sampai saat sekarang ini memang kita punya tagline ‘Tidak Piknik, Tidak Mudik, dan Tidak Panik’, tapi tidak berarti itu dikatakan tidak boleh, ada pelung terbuka untuk mudik,” kata Budi dalam satu diskusi online, Minggu (12/4/2020).

Sampai saat ini, pihaknya bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini merangkap menjadi Menteri Perhubungan terus mengadakan rapat demi menentukan langkah selanjutnya.

“Jadi dua hal ini masih menjadi solusi kita dan menjadi suatu rekomendasi. Tapi dilihat sekarang kita baru sampai keputusan untuk himbauan untuk tidak mudik, belum sampai pada pelarangan,” ujarnya.

Organda Dukung Pembatalan Mudik Gratsi
Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta menyambut baik langkah pemerintah yang membatalkan program Mudik Gratis bareng 2020, demi menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

“Jadi, makannya kebijakan meniadakan mudik gratis harus dilakukan,” kata Ketua Umum Organda Provinsi DKI Jakarta Shafruhan Sinungan saat di konfirmasi Merdeka.com, pada Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, langkah ini terpaksa diambil pemerintah demi keselamatan diri calon pemudik, agar terhindar dari risiko penularan virus Covid-19.

Mudik Gratis Batal

Akan tetapi, Shafruhan tidak memungkiri adanya pembatalan program mudik gratis menyebabkan kerugian cukup besar bagi anggota Organda. “Karena banyak bus untuk mudik sudah dibatalkan oleh penyewa,” imbuh Shafruhan.

Sedangkan untuk program mudik gratis merupakan agenda tahunan yang berkontribusi besar untuk menigkatkan pendapatan usaha bidang transportasi angkutan darat.

“Sekitar 200.000 jiwa, jumlah sopir bus yang merugi sekarang,” pungkasnya.

Sebelumnya Kmenhub sduah menegaskan bahwa program mudik gratis telah dibatalkan karena pandemi corona yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *