Keluhan Pengusaha, Stimulus Ekonomi Pemerintah Tidak Berjalan Searah

Keluhan Pengusaha, Stimulus Ekonomi Pemerintah Tidak Berjalan Searah

Stimulus Ekonomi Pemerintah

Stimulus Ekonomi Pemerintah – Indikator Politik Indonesia melakukan tahanpan survei kinerja pemerintah yang menangani wabah corona. hasil tersebut menunjukkan 57,6 persen reponden yang menilai ekonomi Indonesia memburuk akibat dari virus corona.

Baca juga : Arab Punya Kabel Seluncur Terpanjang di Dunia

Mayoritas publik atau sekitar 81 persen, menilai kondisi ekonomi nasional di tengah pandemi sabung ayam online s128 Covid-19 sangat memburuk. Dalam tiga bulan terakhir ini juga, sebanyak 83,7 persen publik menilai bahwa kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk ketimbang setahun sebelumnya.

Menanggapi itu, Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming menilai banyak kebijakan pemerintah yang sudah dijalankan misalnya memberikan stimulus. Namun, Mardani mengeluhkan implementasi stimulus yang diberikan pemerintah pusat tidak berjalan dengan baik di daerah.

“Kadang-kadang program kita sudah bagus tapi implementasi untuk menjalankan di bawahnya kadang-kadang tidak sesuai dengan program yang diinginkan,” kata Maming dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Maming menyebut dalam program restrukturisasi kredit perbankan dari pemerintah, ada 20 persen pengusaha anggota HIPMI yang menerima manfaat program tersebut.

Mereka adalah pengusaha dengan pinjaman di atas Rp 10 miliar yang mendapatkan restrukturisasi lantaran memiliki hubungan baik dengan pihak perbankan.

“Sehingga tanpa ada bantuan pemerintah pun dia bisa berkomunikasi dengan kepala bank. Bank pun juga menjalin hubungan yang baik karena dia juga mau mendapatkan pinjaman kredit yang bagus,” tutur Maming.

Namun, permasalahannya hal itu tidak lantas berlaku bagi pelaku usaha UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini. Maming masih mempertanyakan fungsi aturan pemerintah dalam menjalankan relaksasi pinjaman bank.

Termasuk relaksasi pajak yang digelontorkan oleh pemerintah kepada pengusaha. Sehingga UMKM betul-betul dapat merasakan dan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) permanen.

“Kalau UMKM-nya dibantu maka pengangguran akan juga berkurang, itulah yang dilakukan oleh pengurus HIPMI bagaimana kita bekerjasama dengan bank-bank untuk melakukan relaksasi pinjaman di beberapa provinsi saat Covid-19. Sehingga para UMKM tetap bisa terbantukan,” kata dia.

Implementasi Berbeda di daerah

Padahal saat ini menolong UMKM dalam bentuk uang tunai. Termasuk kepada pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan.

“Menurut saya, inilah yang menjadi tujuan yang di dalam survei tadi apabila pemerintah betul-betul fokus mau membantu para UMKM, maka fokuslah kepada UMKM yang sudah berjalan karena pandemi tidak bisa jalan dan merumahkan karyawannya. Itulah yang paling utama dibantu,” tuturnya.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *