Jokowi Perluas Lumbung Pangan Ke NTT dan Papua

Jokowi Perluas Lumbung Pangan Ke NTT dan Papua

Jokowi Perluas Lumbung Pangan Ke NTT dan Papua

Jokowi Perluas Lumbung Pangan Ke NTT dan Papua, – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan perluasan pembangunan food estate atau lumbung pangan hingga ke Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

“Kita lanjutkan setelah ini sudah mulai pengerjaan di lapangan untuk di provinsi yang lain yaitu di Papua maupun di NTT dan di Sumatra Selatan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

1. Lumbung pangan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara akan diprioritaskan dulu

Dikutip dari http://utowndc.com, Jokowi menyampaikan saat ini, pemerintah telah membangun lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara. Menurut dia, pembangunan lumbung pangan di dua wilayah itu masih diprioritaskan sebelum ke pembangunan lumbung pangan di wilayah lainnya.

“Di kalimantan Tengah, di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Kemudian di Sumatra Utara di Kabupaten Tumbang Pasundutan. Ini yang ingin kita prioritaskan terlebih dahulu,” ujar dia.

2. Lumbung pangan disiapkan untuk hadapi krisis pangan dunia akibat pandemik COVID-1

Jokowi mengingatkan bahwa penyediaan lumbung pangan nasional ini adalah agenda strategis pemerintah yang harus dilakukan. Hal itu penting guna mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemik COVID-19 yang sudah diingatkan oleh Food Agriculture Organization (FAO) terkait krisis pangan dunia.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan. Ini penting,” kata Jokowi.

3. Jokowi tunjuk Prabowo untuk pimpin proyek lumbung pangan nasional

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengurus lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah. Keputusan ini pun menjadi tanda tanya publik, kenapa kewenangan itu dipercayakan kepada Menhan, bukan menteri pertanian.

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi mengatakan, lumbung pangan dibuat berawal dari peringatan krisis pangan dari FAO. Pemerintah pun mengembangkan program pembangunan lumbung pangan nasional yang berada di luar pulau Jawa untuk pertahanan pangan nasional.

“Yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan, menjadi salah satu bagian dari itu,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin 13 Juli 2020.

Menurut Jokowi, dengan adanya peringatan FAO, maka pemerintah membuat antisipasi dengan cara menyiapkan cadangan pangan strategis. Menurut Presiden, anggaran untuk membangun lumbung pangan nasional juga sudah diperhitungkan Menhan.

“Ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau. Tapi tetap Mentan kan juga back di situ. Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain ya tetap Mentan,” kata presiden.

4. Kegiatan Food Estate akan difokuskan pada pengembangan pada areal pertanian

Sebagai informasi, pengembangan Kawasan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di Lahan Rawa Kalimantan Tengah, diupayakan melalui kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan rawa melalui pengembangan sistem hulu sampai hilir lintas kementerian dan lembaga terkait.

Untuk tahun 2020, kegiatan Food Estate difokuskan untuk pengembangan pada areal pertanian yang telah ada, yaitu seluas 30 ribu hektar di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Intensifikasi lahan pada lokasi Food Estate ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di lahan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian.