Indonesia Tak Berangkatkan Haji, Dirut Garuda Indonesia Ubat Skema!

Indonesia Tak Berangkatkan Haji, Dirut Garuda Indonesia Ubat Skema!

Indonesia Tak Berangkatkan Haji

Indonesia Tak Berangkatkan Haji – Garuda Indonesia harus menerima nasib. Disaat penerbangan akibat pandemi crona belum pulih, kini pemerintah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan haji untuk tahun ini. Harapan pendapatan bagi Garuda Indonesia akhirnya pupus.

Baca juga : New Normal Tidak Hanya Soal Protokol Kesehatan

Apa yang dialami industri penerbangan kali ini dinilai Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra penuh tantangan. Untuk itu, dirinya tengah memikirkan berbagai strategi untuk mencari pendapatan lainnya.

“Kita ikuti (keputusan pemerintah) saja,” kata Irfan saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (2/6/2020).

Selama ini penerbangan haji selalu dilayani dengan pesawat-pesawat berbadan  lebar (wide body), seperti salah satunya Boeing 777. Pesawat ini jika tak diterbangkan, tentu biaya perawatannya dikenal cukup mahal.

Tentunya, jika pasrah, kondisi wa live22 keuangan perusahaan justru semakin tertekan. Ifran mengaku akan menerbangkan pesawat-pesawat ini untuk rute lain.

“Kita akakn coba push ke rute lain. Baik domestik ataupun internasional,” ungkap dia.

Sebagai perbandingan, Garuda Indonesia pada 2019 lalu memberangkatkan 82.961 jamaah haji ke tanah suci. Catatan lainnya, ketepatan penerbangannya pun lebih tinggi dibanding target sebesar 90 persen, yakni mencapai 97,6 persen.

Dibatalkan

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, PT Garuda Indonesia (Persero) harus mau menerima konsekuensi pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi pada tahun ini.

“Itu konsekuensi-konsekuensi lah. Semua negara juga ngalamin penerbangannya,” kata Arya dalam sesi diskusi online, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razie telah mengumumkan keputusan dalam penyelenggaraan haji 2020 atau 1441 H. Menurutnya, pemerintah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci.

“Keputusan ini diambil dikarenakan Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jamaah haji dari negara manapun. Akibatnya, pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah,” ucapnya.

Garuda Indonesia yang kerap melayani angkutan haji tiap tahunnya turut terkena imbas kebijakan tersebut. Padahal, penerbangan haji bisa jadi salah satu opsi untuk menaikan keuangan perusahaan yang kini jumlah penumpangnya menurun tajam akibat wabah pandemi corona.

Sebagai perbandingan, Garuda Indonesia pada 2019 lalu memberangkatkan 82.961 jamaah haji ke tanah suci. Catatan lainnya, ketepatan penerbangannya pun lebih tinggi dibanding target sebesar 90 persen, yakni mencapai 97,6 persen.

Saat ini Garuda Indonesia tengah dihadapkan berbagai tantangan berat akibat pandemi corona. Perusahaan tengah melakukan efisiensi besar-besaran demi tetap bertahan. Terbaru, maskapai penerbangan plat merah tersebut telah melakukan PHK sejumlah pilotnya.

Belum masalah corona ini usai, pemerintah telah membatalkan pemberangkatan haji untuk 2020. Padahal penerbangan haji diharapkan bisa menjadi pendapatan perusahaan usai pademi corona.

Sumber : liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *