Bioskop Menderita hingga Miliaran Rupiah

Bioskop Menderita hingga Miliaran Rupiah

Bioskop Menderita hingga Miliaran Rupiah

Bioskop Menderita hingga Miliaran Rupiah, – Dalam memenuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar, hingga kini Bisokop di DKI Jakarta belum juga diperbolehkan untuk beroperasi. Ketua Umum GPBSI, Djonny Syafruddin mengungkapkan akibat hal itu perusahaan Bioskop mengalami kerugian hingga milaran rupiah.

Pengusaha bioskop masih harus gigit jari karena belum mendapatkan izin beroperasi dari pemerintah provinsi DKI Jakarta. Tadinya layar lebar bakal dibuka pada Juli 2020, tapi batal karena penyebaran virus Corona masih terus melambung.

“Bioskop punya budgeting masing-masing, pasti besar CGV (kerugian), XXI apalagi,” katanya, Jumat.

1. Pendapatan CGV anjlok

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis oleh PT Graha Layar Prima Tbk pengelola bioskop CGV Cinemas, mereka mengalami kerugian sebesar Rp185,46 miliar pada semester pertama tahun ini. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih mencatatkan keuntungan atau laba bersih Rp 41,10 miliar.

Meruginya perusahaan sejalan dengan pendapatan yang tergerus 191,81 persen menjadi Rp233,84 miliar di semester pertama 2020 dari Rp 682,39 miliar pada semester I-2019.

Pendapatan dari bioskop turun 205,93 persen dari sebelumnya Rp 444,09 miliar menjadi Rp 145,16 miliar pada semester pertama tahun ini. Pendapatan dari makanan dan minuman juga hanya menyumbang Rp 60,37 miliar, pendapatan acara dan iklan sebesar Rp 28,20 miliar, serta pendapatan dari lisensi dan jasa manajemen berkontribusi Rp 87,42 juta.

2. Berharap pemerintah segera memperbolehkan Bioskop beroperasi

Sementara saat dihubungi terpisah Public Relations Manager CGV Indonesia. Hariman Chalid mengatakan pihaknya berharap pemerintah segera memperbolehkan bioskop untuk beroperasi kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, agar bioskop tidak semakin babak belur.

Dia pun mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah perotokol kesehatan jika nantinya bioskop diizinkan untuk kembali beroperasi. Kendati begitu, dia tidak merinci lebih jauh seperti apa protokol yang disiapkan.

“Harapan kami, pemerintah bisa menangani COVID-19 ini secara cepat dan tepat,” tegasnya.

3. Optimistis prospek bisnis bioskop masih bagus

Kendati merugi, dia optimistis prospek bisnis bioskop masih bagus karena menurutnya pengalaman menonton di bioskop dengan teknologi audio visual terkini, dan segala pendukungnya belum tergantikan.

“Menonton di bioskop huga sebagai sarana rekreasi dan hiburan baik untuk rekan, teman, dan keluarga,” ujarnya.