Bio Farma Targetkan Produksi Alat Tes PCR 2 Juta per Bulan

Bio Farma Targetkan Produksi Alat Tes PCR 2 Juta per Bulan

Bio Farma Targetkan Produksi Alat Tes PCR 2 Juta per Bulan

Bio Farma Targetkan Produksi Alat Tes PCR 2 Juta per Bulan – PT Bio Farma (Persero) akan meningkatkan kapasitas produksi alat tes Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mendiagnosa virus corona tipe baru sampai dua juta unit per bulan pada September 2020.

Presiden Direktur Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan pihaknya saat ini baru mempunyai kapasitas produksi RT-PCR sekitar 240 ribu unit per bulan.

“Kapasitasnya (produksi alat tes PCR) akan dinaikkan menjadi 1,5 juta unit, dan pada akhirnya menjadi 2 juta unit pada September 2020,” katanya, Kamis.

Bio Farma juga sedang terlibat dalam Konsorsium Nasional untuk mengembangkan vaksin covid-19 lokal. Konsorsium tersebut itu akan mengembangkan prototipe vaksin covid-19.

Pengembangan vaksin covid-19 oleh Konsorsium Nasional adalah proyek jangka panjang di mana Eijkman Institute akan mengembangkan klon prototipe. Adapun klon prototipe tersebut ditargetkan bisa dihasilkan pada Februari 2021.

Selanjutnya, Bio Farma secara bertahap akan melanjutkan pada tingkat pengembangan yang dimulai dengan pembangunan optimalisasi. Proses Master and Working Cell Bank serta produksi lot eksperimen dan scaling up.

“Studi praklinis akan dilakukan triwulan II-2021 diikuti fase pertama uji klinis yang diperkirakan pada triwulan III-2021. Jika hasilnya bagus, mungkin vaksin akan tersedia triwulan I-2022,” tutur Basyir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun sudah menargetkan untuk meningkatkan tes PCR harian dari 10 ribu tes menjadi 30 ribu tes. Peningkatan ini dinilai bisa menekan penyebaran virus corona.

Adapun, menurutnya, saat ini Bio Farma masih menunggu kedatangan impor bahan baku untuk memproduksi alat tes PCR tersebut.

Honesti berujar alat tes PCR perseroan sudah memenuhi Golden Standard dalam pemeriksaan Covid-19 sekaligus. Penentuan penegakkan diagnosis status positif atau negatif dari sampel swab yang berasal dari pasien yang terduga terpapar oleh Covid-19.

Terpisah, Direktur Operasi Bio Farma M Rahman Rustan menyampaikan perseroan juga memproduksi peralatan lain dalam menangani pancdemi Covid-19.

Menurutnya, Bio Farma telah menyiapkan juga skenario lainnya untuk menangani wabah Covid-19 antara lain ; pengembangan vaksin Covid-19, dan pembuatan Viral Transfer Medium (VTM).

Selain itu, lanjutnya, persroan juga memproduksi terapi plasma konvalesen, dan pembuatan Mobile Laboratorium BSL 3.