Bergaji Kurang dari Rp5 Juta Bakal Dapat Insentif

Bergaji Kurang dari Rp5 Juta Bakal Dapat Insentif

Bergaji Kurang dari Rp5 Juta Bakal Dapat Insentif

Bergaji Kurang dari Rp5 Juta Bakal Dapat Insentif, – Rencana pemerintah memberikan insentif uang Rp600 ribu kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta sangat diragukan. Ketua Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan, kebijakan pemerintah tersebut masih harus dikaji ulang.

Menurut dia, itu tidak tepat bila diberikan kepada pekerja yang masih mendapat bayaran. Seharusnya, kata dia, insentif diberikan kepada yang lebih berhak yaitu masyarakat yang kehilangan pendapatan karena kehilangan pekerjaan, dirumahkan, tidak mendapatkan gaji, atau kepada masyarakat yang tidak bisa berdagang. Segmen inilah yang seharusnya mendapatkan bantuan tunai.

Kabar baik buat kamu yang berpenghasilan rendah. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana memberikan bantuan gaji kepada 13 juta orang pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta. Namun, sabar dulu ya, karena kebijakan ini masih dikaji.

“Ini akan diperkirakan memakan anggaran Rp31,2 triliun,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers KSSK yang disiarkan secara daring, Rabu.

“Kesannya ini terburu-buru untuk diberikan karena masih ada golongan yang jauh lebih membutuhkan dan diprioritaskan. Kontrol penyaluran juga harus diperhatikan agar memang tepat sasaran,” ujar Ilhamsyah di Jakarta, Rabu.

Tambahan bantuan sosial

Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus melakukan perbaikan stimulus untuk masyarakat yang selama ini belum bisa diimplementasikan karena sulit dilaksanakan. Misalnya, bantuan sosial yang ditujukan bagi penerima program keluarga harapan.

“Ini diberikan tambahan dalam bentuk beras sebanyak 11 kg dengan anggaran Rp4,6 triliun untuk 10 juta masyarakat,” katanya.

Bantuan tunai Rp500 ribu

Ada juga bantuan tunai sebesar Rp500 ribu bagi penerima kartu sembako yang di luar PKH. Rencananya nih, penerimanya hampir 10 juta dengan anggaran Rp5 triliun.

“Ini akan dibayarkan Agustus,” sebut eks direktur pelaksana Bank Dunia ini.

Bantuan sosial produktif bagi UMKM

Sebanyak 12 juta UMKM juga akan mendapatkan insentif sebesar Rp2,4 juta. Sri Mulyani menjamin bantuan ini bukan dalam bentuk pinjaman tapi bantuan sosial produktif dengan total anggaran mendekati Rp30 triliun. “Seperti yang disampaikan presiden ke beberapa pengusaha UMKM yang sangat kecil dan itu bentuknya bantuan sifatnya produktif,” katanya.

“Berbagai langkah ini dilakukan karena sampai dengan Agustus ini penyerapan program pemulihan ekonomi nasional masih dirasa perlu untuk ditingkatkan,” kata Sri Mulyani.

Sementara, Koordinator Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Syarif Arifin mengkritisi soal jumlah bantuan. Jumlah itu menurut dia tidak akan menutup jumlah kebutuhan buruh swasta. Pasalnya, rata-rata upah buruh di masa normal defisit 50% setiap bulannya.

“Di masa pandemi Covid-19, jumlah kebutuhan buruh justru melonjak karena ada biaya domestik dari biaya belajar di rumah,” ujar Syarif menambahkan.

Berikutnya, menurut dia, akan ada tantangan dalam mekanisme penyaluran. Ini karena buruh swasta sangat beragam. Mulai dari buruh tetap, kontrak, harian, borongan.

“Golongan paling rentan itu justru buruh kontrak, harian, borongan. Namun, keberadaan mereka di industri manufaktur seringkali informal tidak tercatat di dinas tenaga kerja,” ujarnya.