Beramal dan Berbisnis, Restoran Sumbangan Makanan untuk Tenaga Medis

Beramal dan Berbisnis, Restoran Sumbangan Makanan untuk Tenaga Medis

Restoran Sumbangan Makanan untuk Tenaga Medis

Bisnis – Sektor Restoran merupakan salah satu sektor yang terdampak virus corona. Sebab, bisnis ini melibatkan interaksi langsung dengan banyak orang. Shingga, banyak restoran yang terpaksa tutup untuk memutus rantai penyebaran pandemi corona.

Agar tidak merugi, banyak restoran yang beralih ke bisnis pesan antar. Dengan demikian, bisnis tetap berjalan namun tetap mematuhi imbauan untuk physical distancing atau social distancing.

Seperti Joseph Johnson, pemilik restoran Fieldtrip di Harlem, New York yang memutuskan untuk menyumbang makanan untuk tenaga medis yang menangani pasien virus corona. Selain beramal, hal ini juga memberikan imbal balik di mana karyawannya bisa tetap bekerja dan bisnisnya tetap bisa berjalan.

Baca juga : Dongkrak Sektor Pariwisata, RI Siap Sambut Turis

Dilansir CNBC Make It, Johnson mengatakan, ide ini muncul ketika istrinya yang merupakan seorang perawat pulang ke rumah dan mengaku belum makan sepanjang hari. Padahal, tenaga medis merupakan orang penting dalam penanganan virus ini. Terlebih lagi, di kota tersebut kasus positif corona mencapai lebih dari 100.000 kasus.

Untuk itu, pada 25 Maret, Johnson mengirim 40 mangkuk nasi khas restorannya dari Harlem Hospital Centre yang sudah ditutup konsesinya karena virus tersebut. Dia pun membagikan momen tersebut ke Twitter, dan mengatakan bahwa dirinya akan terus mengirimkan makanan ke rumah sakit di daerah tersebut.

Tak disangka, ada beberapa orang yang memesan makanan dari restorannya untuk dikirimkan kepada tenaga medis. Hal ini menjadi angin segar baginya karena memang dia tidak mungkin memberi makanan itu sendiri.

“Sejak saat itu, momentum terus berjalan,” kata Johnson.

Bawa Kembali pekerjaan ke Rumah

Dia menerangkan, setelah adanya imbauan di New York pata tanggal 15 Maet yang mewajibkan restoran hanya dapat tetap terbuka untuk takrout atau pengiriman, Johnson harus merumahkan 10 pegaiwannya. Sekarang, untuk membuat dan mengirimkan makanan yang disumbangkan dia telah membawa kembali 7 pegawainya.

Setiap mangkuk makanan dari Fieldtrip seharga USD 10, dan setiap mangkuk dibeli secara online, berarti pelanggan telah menyumbangkan USD 8 untuk makanan gratis. Pada 3 April, Johnson dan tim Fieldtrip-nya telah menerima sumbangan sekitar USD 15.000.

“Dari USD 15.000 dolar itu, jika Anda membaginya dengan USD 8, itu berapa banyak makanan yang akan kami sajikan. Yaitu 1.875 makanan. Saya bisa memberi makan orang. Orang-orang menyumbang. Mereka dapat mensponsori mangkuk. Itu kemudian membawa staf saya kembali bekerja, dan sekarang orang memiliki pekerjaan. Mereka merasakan harapan,” katanya.

Selain ke Rumah Sakit, JOhnson juga mengantarkan makanan gratis ke berbagai tempat perlindungan kota untuk wanita dan anak-anak. Dan dia mampu membawa kembali seluruh timnya untuk pengiriman.

“Orang-orang memanggil saya dari seluruh negara yang ingin mensponsori mangkuk. Aku akan mulai memberi makan para pekerja ambulans EMS, karena mereka bekerja sangat keras di New York.”

Sumber : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *