Batik Air Tunda Layanan Penerbangan

Batik Air Tunda Layanan Penerbangan

Batik Air Tunda Layanan Penerbangan ke Timika

Batik Air Tunda Layanan Penerbangan ke Timika – Maskapai Batik Air menunda mengoperasikan kembali rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika dan sebaliknya.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan penundaan lantaran jumlah penumpang yang sangat sedikit baik dari Jakarta dan Makassar ke Timika maupun sebaliknya.

“Menyangkut prosedur yang terlalu panjang untuk mengurus keberangkatan penumpang ini perlu dievaluasi kembali. Yang paling utama pemerintah harus melayani masyarakat dengan baik.

Jangan ada kesan di saat pandemi seperti ini yang berdampak sangat luas bagi kehidupan masyarakat dimana banyak orang mengalami kesulitan ekonomi, justru aturan-aturan itu semakin memberatkan masyarakat,” kata Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu.

Saat ini, katanya, banyak warga Mimika yang sudah lebih dari dua bulan berada di kota-kota lain dan tidak bisa pulang ke Timika lantaran tidak adanya penerbangan.

Penerbangan mengangkut penumpang ke Bandara Mozes Kilangin Timika maupun ke luar Timika ditutup total sejak 26 Maret. Daftar IDN Poker 88 Online mendapatkan informasi tersebut dari perwakilan Batik Air di Timika.

Pasalnya, sebagian besar calon penumpang belum mengurus surat keterangan sehat yang dinyatakan melalui hasil pemeriksaan cepat (rapid test) maupun pemeriksaan usap tenggorokan (swab test).

“Informasinya sebetulnya yang mau terbang ke Timika cukup banyak, didaftar lebih dari 80-an orang. Tapi karena untuk masuk ke Timika persyaratannya harus bebas covid-19 yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan swab.

Sebagian besar calon penumpang itu batal

Maka akhirnya sebagian besar calon penumpang itu batal berangkat dari Jakarta dan Makassar. Sementara calon penumpang dari Timika belum sempat mengurus rapid test,” ujarnya.

John menegaskan jajarannya perlu melakukan evaluasi kembali standar operasi prosedur. Salah satunya persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon penumpang yang hendak berangkat menggunakan pesawat terbang baik ke luar Timika maupun yang akan datang ke Timika.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengakui bahwa jumlah penumpang yang diangkut oleh maskapai Batik Air pernah melebihi 50 persen dari kapasitas yang ditentukan.

Karena itulah Danang mengatakan dan mengakui sanksi yang diberikan Kemenhub selaku regulator juga sudah sesuai.

Sesuai kebijakan pemerintah pusat yang diumumkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo, pelaku perjalanan dalam negeri menggunakan armada pesawat terbang harus orang sehat dan bebas dari covid-19 yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan rapid test (RDT).

“Informasi yang kami terima dari Batik Air di Timika, penumpang yang hendak berangkat ke Timika hanya 26 orang, sementara yang hendak berangkat dari Timika hanya 34 orang.

Dengan kondisi seperti itu, akhirnya Batik Air memutuskan untuk menunda keberangkatan armada pesawatnya dari Jakarta-Makassar ke Timika,” kata Johannes, Rabu dikutip dari Jansen Saputra.

Johannes mengakui sesungguhnya jumlah penumpang yang akan berangkat dari Jakarta dan Makassar ke Timika maupun sebaliknya cukup banyak. Namun, sebagian besar calon penumpang tersebut memutuskan batal membeli tiket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *