Bank Indonesia Dapat US$60 Miliar dari The Fed

aa 2 - Bank Indonesia Dapat US$60 Miliar dari The Fed

Bank – Bank Indonesia mendapat persetujuan dari Bank Sentral Amerika Serikat untuk memperoleh dolar AS sebesar US$60Miliar.

Dengan adanya fasilitas ini, jika nantinya BI membutuhkan likuiditas dolar yang tidak bisa diperoleh dari tempat lain, BI bisa memanfaatkan fasilitas repo line itu untuk mendapatkan dolar dari The Fed. Caranya, dengan merepo atau menjaminkan Treasury Bill (T-Bill) yang di miliki oleh bank sentral.

Baca juga : Sri Mulyani Rampungkan Aturan Teknis Penanganan Corona Dua Pekan Lagi

“Kami sampaikan Repo Line ini adalah suatu kerja sama untuk kalau BI itu memerlukan likuiditas dolar ini bisa digunakan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo melalui video conference, Selasa (7/4).

1. Kerja sama yang dilakukan The Fed hanya dengan sebagian negara emerging market
Dia mengatakan, The Fed hanya melakukan kerja sama hanya kepada sejumlah negara APLIKASI IDN POKER ANDROID emerging market, dia mengatakan hal itu menjadi vote of Confident pada Indonesia.

“Kita punya prospek bagus dan kebijakan kami prudent dan ini membuat mereka yakin bekerja sama dengan kita dalam bentuk Ripo Line,” katanya.

2. Cadangan devisa diklaim masih mencukupi
Selanjutnya Perry menjelaskan meski mengalami penurunan.namun posisi cadangan devisa yang dimiliki oleh BI saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan impor dalam beberapa bulan ke depan, membayar angsuran utang pemerintah, maupun untuk kebutuhan stabilisasi.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar US$121,0 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar US$130,4 miliar.

Penurun ini mayoritas karena kebutuhan untuk mengintervensi pasar guna menjaga nilai tukar rupiah.

3. BI juga memiliki kesepakatan kerja sama repo line dengan sejumlah pihak
Menurut Perry, BI juga memiliki kesepakatan kerja sama repo line dengan sejumlah pihak lain yakni The Bank for International Settlements (BIS) sebesar US$2,5 miliar dan Monetary Authority of Singapore (MAS) sebesar US$3 miliar.

Jika diperlukan BI juga mempunyai kerja sama bilateral swap dengan sejumlah bank sentral sebagai second line of defense. Dengan bank sentral Tiongkok kurang lebih setara dengan US$30 miliar, dengan Jepang setara US$22,76 miliar, Korea Selatan sekitar US$10 miliar, dan Singapura setara dengan US$ 7 miliar atau sekitar Sin$10 miliar.

Sumber : idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *