Asosasi Khawatirkan Usaha Kecil Akibat Kasus Monopoli

Asosasi Khawatirkan Usaha Kecil Akibat Kasus Monopoli

Asosasi Khawatirkan Usaha Kecil Akibat Kasus Monopoli

Asosasi Khawatirkan Usaha Kecil Akibat Kasus Monopoli, – Isu Monopoli pelumas kendaraan (oli), akhir-akhir ini makin memanas dengan adanya dugaan praktik monopoli yang diduga dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Dugaan kasus monopoli tersebut pun saat ini telah dibawa ke ranah persidangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Oleh karena itu menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyiapan dan Penerapan Standarisasi Hulu Migas, Kementerian ESDM, Ilham R Hakim. Menyebutkan bahwa setiap produk pelumas atau oli yang diedarkan ke masyarakat sebenarnya telah dijamin mutu dan standarnya oleh negara.

Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) menyatakan dugaan monopoli yang dilakukan salah satu perusahaan pelumas terkemuka akan mengganggu industri pelumas secara nasional. Bahkan, perusahaan pelumas kecil berpotensi mati atau bangkrut akibat masalah itu.

“Katakanlah kalau ada praktik monopoli, apa yang terjadi banyak perusahaan pelumas kecil akan terhambat untuk tumbuh. Tidak tertutup kemudian bahwa mereka akan mati,” ungkap Dewan Penasehat PERDIPPI Paul Toar dalam diskusi online, Kamis.

Menurutnya, keuntungan dari beberapa perusahaan pelumas mulai turun. Padahal, perusahaan ini sebenarnya berpotensi untuk tumbuh jika tak ada praktik monopoli.

Sehingga tidak perlu ada isu yang berkembang terkait beda merek pelumas akan merusak mesin, atau merek kendaraan tertentu harus menggunakan oli tertentu. Mindset yang terpatri tersebut akan melanggengkan praktik monopoli oleh perusahaan-perusahaan besar yang memiliki bengkel resmi.

“Kami pastikan negara hadir melindungi konsumen dimana pelumas ini diawasi dan memiliki mutu standar,” kata Ilham. Dalam Webinar Akurat Solusi bertemakan ‘Dugaan Praktek Monopoli dalam Bisnis Pelumas dan Perlindungan Konsumen’ ditulis Jumat.

“Ini karena ada praktik-praktik yang menggunakan kekuatan itu, apakah menguntungkan pemegang merk, saya kira tidak. Ini justru akan menghambat perekonomian nasional,” ujar Paul.

Namun, Paul tak menyebut secara spesifik siapa perusahaan yang diduga melakukan monopoli tersebut. Yang pasti, ia bilang, itu perusahaan besar.

Berdasarkan catatan https://andersonplanes.com/, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melakukan persidangan dugaan tying dan bundling oleh Astra Honda Motor (AHM) dalam memasarkan pelumas sepeda motor melalui bengkel resmi bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

Tying bisa diartikan sebagai upaya pihak penjual yang mensyaratkan konsumen membeli produk kedua saat mereka membeli produk pertama. Sementara, bundling merupakan strategi pemasaran dengan menjual dua produk dalam satu paket harga lebih murah.