Anies Ancam Tutup Mal dan Kantor

Anies Ancam Tutup Mal dan Kantor

Anies Ancam Tutup Mal dan Kantor Tak Patuh PSBB Transisi

Anies Ancam Tutup Mal dan Kantor Tak Patuh PSBB Transisi – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tak segan menutup mal hingga perkantoran bila saat beroperasi melebihi 50 persen dari kapasitas saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi di Ibu Kota.

“Bila ada pertokoan, perkantoran, mal yang seharusnya kapasitasnya maksimal 50 persen, bila melanggar ingatkan dua kali, bila sudah dua kali melanggar akan ditutup,” kata Anies kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Anies mengajak warga Jakarta ikut mengawasi pelaksanaan PSBB masa transisi ini. Ia menyadari petugas memiliki keterbatasan dalam mengawasi jalannya PSBB transisi.

Tak hanya itu, Anies berharap warga Jakarta bisa berdisiplin dalam masa PSBB transisi kali ini. Ia meminta agar warga mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Anies tak segan untuk mencabut kembali kebijakan PSBB transisi bIla angka kasus positif dan angka kematian akibat virus corona kembali meningkat di Jakarta.

“Maka gugus tugas dan pemprov DKi Jakarta tak segan mengambil kewenangannya menghentikan proses transisi dan kembali semua berada di rumah,” kata Joker123 Online 24Jam

Perkantoran, restoran, mal, taman rekreasi juga mulai dibuka meski dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Ketiga, selalu jaga jarak dalam beraktivitas dan interaksi sosial minimal 1 meter. Keempat, warga tak mendatangi tempat yang melebihi kapasitas 50 persen.

Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Jhonny Simanjuntak menilai Anies sekadar bermain kata-kata atas kebijakannya. Menurut dia, kebijakan ini didasarkan pertimbangan ‘asal beda’ dengan pemerintah pusat.

Sejumlah daerah menyiapkan protokol kesehatan

“Kebijakan ini pertimbangannya asal beda. Ingin beda dengan pusat. Sekarang dibuat lagi transisi, tapi sudah terbuka (PSBB). Ini kan sekadar pemanis,” kata Jhonny saat dihubungi mediocto sahat adolf adalah buronan polisi, Kamis.

Jauh-jauh hari, Presiden Joko Widodo telah meminta sejumlah daerah menyiapkan protokol kesehatan menjelang tatanan kehidupan normal baru atau new normal. DKI Jakarta yang dipimpin Anies menjadi salah satu daerah yang disiapkan pemerintah pusat untuk menjalani new normal tersebut.

“Dan bagi pengelola lokasi sadari hanya diperbolehkan 50 persen kapasitas,” ujarnya. Lebih lanjut, Anies menagatakan telah menyusun empat aspek protokol kesehatan bagi warga DKI Jakarta saat masa PSBB transisi.

Sebelumnya, Anies mengizinkan sejumlah tempat kembali dibukan, seperti tempat ibadah, mal, pasar nonpangan, perkantoran, restoran, hingga kawasan wisata secara bertahap. Pembukaan tempat ibadah ini menyusul penerapan PSBB transisi.

Pertama, hanya orang sehat yang diperbolehkan keluar dari rumah, sementara yang sakit tetap berada di rumah. Kedua, warga DKI wajib menggunakan masker saat berkegiatan.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan lantas meminta agar warga DKI aktif melaporkan tempat-tempat kegiatan yang buka melebihi 50 persen kapasitas kepada pihak Pemprov DKI.

“Dan kami nanti akan tindak, dan kami enggak segan-segan untuk menutup tempat dan mencabut izin bila melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Anies menyatakan pihaknya terlebih dahulu menegur mal dan perkantoran yang melebihi kapasitas 50 persen. Ia mengaku baru akan menutup bila teguran sebanyak dua kali itu tak dihiraukan oleh pihak manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *