4 Bisnis Ini Bakal Meroket

4 Bisnis Ini Bakal Meroket

4 Bisnis Ini Bakal Meroket

4 Bisnis Ini Bakal Meroket, – Pandemi virus Corona memang telah sangat membuat perekonomian porak poranda, termasuk Indonesia. Namun jika dilihat lebih jauh, ada peluang bisnis yang timbul dari pandemi ini.

Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk RRC Djauhari Oratmangun saat diwawancara. Dia berbicara mengenai peluang bisnis yang bisa dikembangkan di pasar China pasca pandemi COVID-19.

Djauhari menjelaskan ada 4 bisnis yang akan berkembang. idn poker deposit pulsa indosat

Pertama, bisnis yang terkait gaya hidup dan makanan sehat, termasuk produk herbal. Contoh suplemen yang terbuat dari buah dan sayuran.

Kedua, platform digital untuk penjualan pemasaran, dan pengantaran meningkat hampir dua kali lipat. Contoh Jasa angkut.

Ketiga, dia melanjutkan, produk-produk yang ramah lingkungan juga akan lebih disukai masyarakat. Sebab selama beberapa bulan tinggal dan bekerja di rumah mereka sadar bahwa langit lebih cerah dan udara bersih dari polusi. Contoh diffuser.

Keempat, produk atau layanan jasa yang bisa membantu memenuhi sikap dan jiwa empati terhadap sesama. Contoh saling membantu sesama.

Sebab, kata mantan Dubes RI di Rusia itu, dari amatannya di lingkungan masyarakat China dan Indonesia, maupun negara-negara lain di Eropa, ada kecenderungan pandemi ini membuat orang lebih peduli terhadap sesama.

Di China, menurutnya produk-produk yang dinilai dapat menjaga atau meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh penjualannya meningkat pesat.

Ia antara lain mencontohkan sarang burung walet yang oleh masyarakat China dianggap sebagai makanan para kaisar atau dicitrakan caviar dari timur.

Merujuk keterangan para ahli kesehatan di China, produk mengandung kolagen yang bagus untuk kulit dan bergizi tinggi karena itu harga jualnya sangat mahal.

“Minuman dari sarang burung walet itu enam botol kecil harganya mencapai Rp 4 juta. Beruntung, eksportir Indonesia sudah menguasai 74% pasar sarang burung walet di China,” kata Djauhari.

“Jadi, ke depan tak cuma ada CSR (corporate social responsibility) tapi juga individual. Tinggal bagaimana bentuk usaha maupun jasa yang bisa mewujudkan hal tersebut. Ini menjadi tantangan baru,” tutur lelaki kelahiran Beo, Sulawesi Utara, 22 Juli 1957 itu.

Pada bagian lain, Djauhari Oratmangun menepis anggapan bahwa Belt and Road Initiative China sebagai upaya negeri itu untuk mengendalikan Indonesia maupun negara-negara lain yang dibantunya.

Dia juga mengungkapkan tekadnya untuk terus memfasilitasi para pengusaha Indonesia masuk ke China. Hal ini agar neraca perdagangan RI-China bisa mengungguli China-Malaysia.

Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan perdagangan dengan China. Banyak sektor bisnis yang ternyata cukup potensial di China yang bisa digarap pasca pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Duta Besar RI untuk RRC Djauhari Oratmangun dalam wawancara Blak-blakan.

Dia menyebut setidaknya ada empat peluang bisnis yang dapat dikembangkan pasca pandemi COVID-19, yakni bisnis yang terkait gaya hidup dan makanan sehat, termasuk produk herbal.

Selain itu, platform digital untuk penjualan pemasaran, dan pengantaran meningkat hampir dua kali lipat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *