30-40 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Siap Suntik Awal Tahun

30-40 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Siap Suntik Awal Tahun

30-40 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Siap Suntik Awal Tahun

30-40 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Siap Suntik Awal Tahun, – Pemerintah akan melakukan uji klinis pertama vaksin Covid-19 di Indonesia pada 11 Agustus 2020. Bio Farma berkolaborasi dengan Universitas Padjajaran dan Sinovac Research & Development Co. Ltd, China, dalam pengembangan uji klinik fase 3 vaksin, sebelum diedarkan secara massal.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan COVID-19 Erick Thohir menyebutkan jika uji klinis tahap III dalam proyek vaksin kerja sama Sinovac dan PT Bio Farma berhasil. Vaksin tersebut akan segera diproduksi dan siap disuntikkan ke masyarakat pada awal Januari 2021.

“Kalau ini benar semua, Januari-Februari kita bisa menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin,” katanya dalam wawancara virtual.

Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 Erick Thohir mengatakan. BUMN dalam hal ini PT Bio Farma sedang menyelesaikan uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19. Jika pelaksanaannya lancar dan tidak ada hambatan, pihaknya optimis bisa segera memproduksi vaksin dan menyuntikkan 30 hingga 40 juta vaksin di awal tahun 2021 ke masyarakat Indonesia.

Saat ini, proses perekrutan relawan masih berjalan untuk mengikuti uji klinis tahap III tersebut. Bio Farma menggandeng Sinovac Biotech, perusahaan bioteknologi besar asal Tiongkok yang memiliki kemajuan terdepan dalam proyek vaksin di dunia.

Bio Farma siap produksi 250 juta dosis vaksin COVID-19

Sebelumnya Erick Thohir, memastikan Bio Farma siap memproduksi vaksin COVID-19 sebanyak 250 juta dosis mulai akhir tahun ini.

“Hari ini saya memastikan Bio Farma saat ini sudah siap memproduksi 100 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun dan di akhir tahun siap memproduksi 250 juta dosis per tahun”, jelas Erick Thohir, melalui keterangannya, Selasa.

Erick minta masyarakat percaya kemampuan bangsa Indonesia

Dia mengatakan salah satu fokus utama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ialah melipatgandakan ketersediaan vaksin dan terapi pengobatan yang sangat krusial untuk menanggulangi pandemik. Hal itu merupakan upaya percepatan penanganan pandemik COVID-19.

“Mari kita percaya atas kemampuan bangsa sendiri. Jangan ragukan kemampuan Bio Farma yang sudah teruji, baik untuk memproduksi vaksin yang dihasilkan dari kerjasama dengan negara lain juga vaksin murni karya Bio Farma sendiri. Ini karya anak bangsa. Kita maksimalkan uji klinis dan produksi vaksin COVID-19 agar tahun depan masyarakat dapat segera diimunisasi,” ujarnya.

Butuh kerja sama dengan berbagai pihak karena kebutuhan vaksin jauh di atas kapasitas produksi Bio Farma

Dia menjelaskan, penyuntikan tersebut nantinya akan membutuhkan kerja sama yang kompak antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI). Sebab, kapasitas imunisasi di Indonesia hanya berkisar antara 40 juta penyuntikan.

Di sisi lain, Indonesia membutuhkan vaksin untuk mengimunisasi 160 hingga 190 juta orang.

“Kalau dua kali suntik jadi 320 sampai 380 juta vaksin. Kapasitas kita 40 juta per tahun, tiba-tiba sekarang harus 320 sampai 380 juta setahun, sesuatu yang impossible kalau kerja sendiri-sendiri,” ujarnya.